Genre : Komedi
Cast : DBSK, SUJU, After School, Wonder Girls, SS501, 2NE1, SNSD, CASSIOPEIA dan MinHo-Shine (tokoh figuran).
Intro : CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA, NGGAK ADA NIAT BURUK SEDIKITPUN.
Flash back pada kisah “Crazy Life”
Yunho dipaksa menikah dengan BOA Jamilah oleh Ibu Suri Hee Chul, sang omma yang sangat teguh pada aturan dan petuah istana, tapi Yunho nggak mau. Maka dari itu mereka berlima mendapat hukuman dibuang ke Bumi, karena prinsipnya,
“jika SATU MAKAN DUREN, maka SEMUA KENA GETAHNYA”
Kisah cinta Yunho dan Ju Yeon pun berakhir di kandang kuda.
Setelah terbuang dari istana, para Dong Bang terdampar di Kota K-Pop, salah satu kota terkeren yang ada di Bumi.
Yunho sendiri nyasar di got, Jaejong nyangkut di pohon pisang, Yoochun kegantung di tali jemuran, Junsu terdampar di atap rumah, dan Changmin masuk kandang onta.
DBSK…now…
Mereka semua kompak tersadar dari pingsan setelah ditendang keluar dari istana Dong Bang. Yunho segera meniup peluit, pertanda semua harus berkumpul.
“lu bawa apaan tuh min…?” tanya Junsu.
“telur onta, buat kenang-kenangan”
“emang onta punya telur ya…?”
“dimana nih hyung…?” Changmin nanya sama Yunho tanpa mempedulikan pertanyaan Junsu.
“kita cari tau aja yuk…!” sahut Yunho, dan baru aja dia selesai ngomong gitu, tiba-tiba dia lihat tujuh dewi lagi mandi sambil nyuci di kubangan kebo samping rumah pake sarung batik.
“ck…ck…ck…CANGGIH amat…” ucap Jaejong dengan raut terpesona.
“CANTIK kali hyung…?” kata Changmin.
“nggak, soalnya kata CANTIK itu sudah jadi hak paten gue” balas Jaejong.
“ho’oh hyung, kenapa nggak dari dulu aja kita dibuang ke Bumi” dukung Yoochun.
“kita colong selendangnya yuk…!”
“tapi…mana selendangnya, lagian jumlah dewinya ada tujuh, kan kita cuma berlima, kasian dong yang dua nggak dapat pasangan”
“tenang aja hyung, ae siap poligamiin yang dua, kan halal dalam agama” kata Yoochun.
“hya…ngapain kalian di situ…ngintipin kita mandi ya…?” kata salah satu dari tujuh dewi, menghentikan aksi diskusi lima pandawa Dong Bang.
“hya…ngapain juga kalian disitu, nguping seleb lagi diskusi ya…?” balas Junsu nggak mau kalah.
“seriusan lu nggak kenal kita…?” tanya tujuh dewi kompak.
“enggak tuh…?
Tujuh dewi mulai pasang aksi.
“Kahi, I’m Leader, vocalist, sekaligur rapper” ucap yang tertua dari mereka, (serakah banget sih lu unn…).
“BeKah, rapper dan vocalist”
“Jung Ah, lead vocal”
“Nana, Vocal”
“Raina, lead vocal dan rapper”
“UEE, vocal”
“aku Ju Yeon vocalist, sekaligus member yang paling CANTIK”
“DAN…….KAMI ADALAH AFTER SCHOOL, yeah…aha…aha…” ucap mereka bersamaan pake gaya rapper dengan formasi tujuh kurcaci.
Setelah memperkenalkan diri, tujuh dewi itu pulang, tapi selendang salah satu dari mereka nyangkut di jempol kaki Yunho (ralat, bukan selendang tapi syal, kan di Korea orang biasa make syal), ia tertinggal oleh teman-temannya. Dengan sigap Yunho mengambilnya kemudian mendekati dewi yang tertinggal itu.
“siapa nama lu tadi…?”
“Ju Yeon, Lee Ju Yeon” sahutnya innocent.
“lu cantik banget sih…! Lu mirip mantan pacar gue, mau nggak jadi bini kedua gue…?”
“oh…oppa udah nikah ya…? Mana istri oppa…?”
“tuh yang lagi KUNYAH DAUN SIRIH SAMBIL NGIKIR GIGI PAKE TEMBAKAU, namanya Jaejong, gue cinta sehidup semati sama dia, GUE YANG HIDUP, DIA YANG MATI”
“kok gitu…?”
“kan cinta se-HIDUP se-MATI” sahut Yunho pake senyum genit.
“sialan lu JONO’…sapa bilang gue bini lu…?” protes Jaejong.
“oh…maap…gue lupa honey…” sahut Yunho sambil cengingisan.
Di apartemen After School
“o…jadi kalian lagi nyari rumah kontrakan…?” ulang Jung Ah setelah mendengar keterangan Yunho,
“kenapa nggak apartemen aja…?”
“duit kita nggak cukup, udah habis buat bayar ojek, lagian Bunda Ratu Hee Chul cuma ngasih bekal suara emas aja buat kita berlima”
“kalo gitu jual aja suara kalian…” kata Ju Yeon sambil tersenyum tersipu karena diperhatikan Yunho.
“emang ada yang mau beli…?” tanya Junsu antusian,
“suara gue kualitas nomor satu, LIMITED EDITION” lanjutnya.
“tenor gue tinggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii banget…warisan Maria Carrey” Changmin nggak mau kalah. Si Nana, member termuda segera pasang aksi pengen caper sama Changmin.
“maaf gue udah punya pacar…” tolak Changmin mentah-mentah.
“siapa…?”
“tuh si Author” (*disorakin cassie)
“oke…kalo gitu…kita bantuin lu nyari rumah kontrakan” ujar Kahi sang leader.
“gomaw noona…” kata Dong Bang kompak.
Satu minggu kemudian…
Lima pandawa Dong Bang udah tinggal di rumah baru, bekas kandang ontanya After School, ontanya sendiri udah imigrasi ke kamar Ju Yeon, karena Ju Yeon itu baik hati, itu juga yang bikin Yunho tambah jatuh hati sama dia.
Sekarang adalah hari pertama masuk sekolah. Mereka jadi anak baru di SMU terbonafit di kota itu, yaitu SMU Negeri 1 K-Pop. Sejauh mata memandang, berseliweran kendaraan-kendaraan impor keren, dari andong, becak, bemo, pick up, traktor, buldoser, apa lagi ojek, ada juga busway, kereta gantung, kereta api, kereta gulung, pesawat, kapal pesiar. Pokoknya semua kendaraan yang ada di bumi, baik yang ngerayap di tanah sampe yang terbang di udara. Malahan ada yang datang pake pesawat jet pribadi. Sedangkan lima pandawa Dong Bang cuma naik onta, itu pun Changmin nggak kebagian, dia cuma jadi tukang narik tali doang, Yunho sendiri jadi juki.
“sekolah kalian keren juga ya…ada terowongannya” ucap lima Dong Bang dengan tatapan takjub.
“iya dong, kan bekas tambang tikus” kata Kahi bangga.
“itu yang pake jet pribadi siapa…?” tanya Jaejong.
“itu dabel es faiv ou wan, leadernya Kim Hyun Joong anaknya juragan rombengan impor dari singapur” sahut Ju Yeon.
“trus yang pake helicopter siapa…?”
“sang cewek empat orang itu…?” Jung Ah balik nanya, sementara Changmin berbisik di telinga Junsu, ngegosipin empat cewek yang pake helicopter.
“hyung…dia ikut-ikutan F4’kan…? Sekolah pake heli segala”
“yang itu namanya tu-NE-one, papinya seorang PEJABAT”
“pejabat apaan…?”
“PEJABAT TANGAN” sahut Nana.
“trus SEMBILAN orang yang pahanya seragam itu siapa…?”
“mana…?”
“itu…lho yang pake andong”
“oh…mereka itu GENERASI CEWEK, anaknya pak KEPALA”
“kepala sekolah…?” tanya Yoochun.
“KEPALA SANTET” sahut Nana lagi.
“mirip jongos di istana kita hyung”
“nah…sekarang lu lihat yang tiga belas orang itu, yang pake kereta api, mereka itu Super Junior”
“hyung…liat deh..yang itu mirip Mami” kata Junsu sambil nunjuk Hee Chul,
“iya, trus itu yang satuan mirip Abah…” balas Yoochun sambil nunjuk Kangin.
“kalian semua hati-hati sama mereka”
“kenapa…?” tanya Yunho.
“mereka itu geng paling berpengaruh di sekolah kita ini, mereka paling sering bikin rusuh, hobinya tawuran”
“tawuran sama siapa…?”
“sama onta-onta gue”
Jam istirahat tiba…
Waktu itu mereka lagi mau ke kantin, tiba-tiba segerombolan anak mencegat mereka di terowongan menuju kantin.
“ada apaan…?” tanya Yunho sambil membelakangi keempat sodaranya, sebenarnya dia nggak niat buat maju duluan tapi karena Jaejong dorong dia, udah terlanjur basah, ketimbang mundur, mending maju aja sekalian.
“cuih…anak baru belagu, benar nggak lu TELETUBIES…?” tanya Yesung preman abis (kasian selingkuhanku dapat peran rada antagonis disini *Dimutilasi ELF).
“kok TELETUBIES…? Kita DONG BANG SHIN KI tau…” sahut Junsu sok strong, tapi sesaat kemudian dia kembali sembunyi dibelakang punggung Yunho.
“oh…mian…kalo gitu gue salah orang” ucap Yesung, dia pun mundur. Kali ini Kangin yang maju,
“ommo…si ABAH…” jerit Jaejong histeris, ngalahin histerinya cassie waktu liat mereka di Sydney.
“gue ingatin ya…lu jauhin JAMILAH sekarang juga…!”
“sapa lagi tuh JAMILAH…”
“itu…si JU YEON, lu nggak tau ya…itu nama bekennya di sekolah ini”
“kenapa…? Apa hak lu ngelarang gue…?” tantang Yunho.
“KARENA EH KARENA…Hongki naksir dia…terereret…” SUJU koor lagu dangdutnya Bang Rhoma.
“KENAPA EH KENAPA Hongki naksir dia…? Terereret ” balas DBSK lagi, mereka juga nggak mau kalah ber-koor dangdut kyak SUJU, ala-ala MV Show me your love, mereka nyanyi keroyokan.
“mana gue tau…” galak si Hee Chul. Jaejong kembali histeris,
“kya…si omma…”
“BTW…Hongki tu siapa, pasti tikus piaraan lu ya…?”
“hush…sembarangan aja lu, Hongki tu CS gue”
“anak FT Island yang jualan alat musik itu ya…?” tanya Yoochun.
“oh…gue tau, mereka itu’kan anak band paling popular di sekolah kita tercinta ini, banyak murid cewek yang ngejar” lanjut Junsu.
“kenapa…? Ditaksir ya…?” tanya Changmin penasaran.
“NAGIH HUTANG” sahut Junsu.
“jadi…selama ini cewek-cewek ngejar dia cuma buat nagih hutang…?” kali ini Kyuhyun yang ngomong (*suami kedua author setelah Changmin tercinta, *Digunduli ELF)
“maka dari itu lu nggak boleh deket-deket sama Ju Yeon”
“nggak bisa…” kata Yunho, “gue udah terlanjur LOPE sama Ju Yeon, sampe titik darah penghabisan gue bakal maju, pantang mundur sebelum padam…?”
“itu slogan baru kita ya hyung…?”
“slogan pemadam kebakaran, gue ngerental seribu perak per-kali ngucap”
“CHINGGUS…si Dong Bang banyak omong nih, dia nggak tau gimana reputasi kita di sekolah ini kali ya…” Siwon maju.
“kita keroyok aja, kan mereka cuma berlima, kita bertiga belas, pasti KOIT seketika”
“SERAAAAAAAAAAAAANG…!!” Leeteuk memberi aba-aba.
Anak-anak SUJU mulai nyerang DBSK pake kue tar, bolu kukus, brownies, pasta, batagor jogja, dodol garut, Si Kyuhyun malah ekstrim nyerang pake teh gingseng campur madu (jangan tiru adegan ini, apa lagi sampe coba resep teh-nya, zaman lagi susah bo’ jangan buang-buang makanan, kekekekeke) , Changmin keenakan nangkap teh pake bibirnya yang seksi, langsung plong.
“HYA…KAMANHEE…” ucap suara tak dikenal, muncul dari balik terowongan tikus.
“siapa lagi lu…?” tanya Dong Hae sadis. Jaejong histeris lagi,
“kya…si tukang kipas istana…”
“SunYe”
“SoHee”
“SunMi”
“YooBin”
“Ye Eun”
“…dan kita adalah WONDER GIRLS… pembela kebenaran, baru balik dari Amerika” ucap mereka kompak, formasi CIRLIDERS, langsung konser.
(I want no body no body but you….)
“ngapain kalian ke sini pake kostum vampir…? Salah tempat tau, ini bukan festival hallowance”
“ih…kita baru aja ikut lomba karnaval tau, wakilin skul di tingkat RT, dapat Juara sepuluh malah” kata SunYe bangga.
“mana pialanya…?”
“dicolong sama Harry Potter buat property film Harry Potter and the Goblet of fires”
“oh…eike ingat bo’ itu film favorit eike, yei ingat nggak, cowok cuco yang yang saingan sama Harry, dia juga main di twilight lho…” ujar Ki Bum, karakternya jadi banci di sini. Sebenarnya JJ nyadar dia mirip tukang kipas istana, tapi kali ini dia malas buat histeris.
“sumpe lo…?”
“yoha…”
“katanya WONDER GIRLS, kok jadi ngegosip…?” dengus Changmin kesal.
“guys…kita jadi tawuran gak neh…?” tanya Junsu.
“pending aja dulu, senjata kita udah abis…ntar kalo ada duit lagi baru kita lanjutin” sahut Kyuhyun.
“kyaaaa… nggak seru, nggak asyik lu, padahal kita belum kenyang nih… tumben-tumben ada yang tawuran pake aneka kue, kan lumayan Dong Bang perbaikan gizi” kata Changmin. Mentang-mentang tubuhnya tambah kurus.
Debut karir Dong Bang Shin Ki
Mereka semua termenung di panggung konser yang sangat sepi. Akibat usulan Ju Yeon, Dong Bang akhirnya setuju untuk menjual suara mereka. Tapi menjual suara itu nggak semudah menjual bakso. Sangat sulit untuk memperoleh nama besar terlebih mendapat simpati banyak orang. Ini penjualan pertama suara emas mereka, cuma ada tujuh tante-tante, tujuh nenek-nenek, tujuh banci-banci dan tujuh dewi yaitu After School yang menjadi penonton mereka, panggungnya juga sempit dan kumuh, microfonnya bertali, jadi nggak leluasa bergerak, cuma bisa jingkrak gaze seadanya.
“hyung…gue laper…” rengek Changmin, matanya udah cekung, kepalanya botak, dan perutnya buncit, emang tanda-tanda busung lapar.
“sabar ya honey…tunggu papa Uno pulang ngamen dulu…” kata Jaejong sambil ngikir gigi pake tembakau. Gara-gara keseringan gaul sama nyak-nyak yang di pasar senen, Jae jadi rada countri gitu.
“ternyata hidup di bumi itu nggak semudah yang kita pikirin ya hyung…” ujar Junsu dengan tatapan menerawang. Mukanya udah kusam gara-gara salah beli krim pemutih wajah, aneh…wajah udah sebening itu, masih nafsuan juga sama pemutih wajah.
“gue kangen sama kayangan doungsaeng…” timpal Yoochun sambil main mata sama semut yang ngerayap di hadapannya, semutnya jual mahal, cuek bebek gak punya otak gitu.
“tapi…gimana caranya…balik ke kayangan? Bunda ratu udah ngusir kita”
“yo…come on guys…nggak ada gunanya kita menyesali yang udah terjadi, mungkin Bumi memang takdir kita, sekarang saatnya pembuktian, kita berjuang hari ini untuk masa depan, hwaiting…” ucap Yunho yang baru datang. Leader yang satu ini memang penuh dengan aura spirit.
“emang kita mesti ngapain hyung…?”
“kita nggak punya uang, dan udah nunggak uang SPP tiga bulan”
“tenang aja…! Gue udah ketemu seseorang yang mau beli suara kita”
“siapa…?”
“namanya Cassiopeia”
“mana orangnya…? cantik nggak…?” tanya Yoochun.
“cantik banget…”
“kalo Cassiopeia yang itu, gue tau hyung” timpal Changmin, “kita sempat kenalan waktu belajar ilmu perbintangan, Cassiopeia adalah simbol kecantikan Euthopia, istri dari Cepheus, nama anak mereka Andromedon”
“lu lagi omongin Cassiopeia yang mana sih YAMIN…?” tanya keempat hyungnya.
“mitologi Yunani” sahut Changmin polos, CAPEDE…
“maksud gue tuh Cassiopeia yang bakal jadi fans kita nantinya, konon katanya mereka adalah sebuah club yang menyebar di hampir seluruh penjuru Bumi, jumlah mereka banyak dan besar, pusatnya ada di Korea dan Jepang”
“wah…chongmal…hippo tta…” Junsu terkagum-kagum.
“trus…dari mana Yunho hyung tau soal ini…?”
“janji ya…jangan bilang siapa-siapa” kata Yunho.
“apaan…?”
“gue baca ramalan zodiak di majalah…”
“ooooooo…………” koor yang lainnya kompak.
“yo U-Know…let’s try some noisy bit…” kata Yoochun.
“let’s do this…” sahut Yunho.
“OOOOOOOOOOOOO” koor yang lain.
Di Kantin…
“bang…pesan buchimgae** dong…” kata Yunho.
“bungeo-ppang**…” (Jaejong)
“gukwa-Ppang**…” (Yoochun)
“anak pank…” (Junsu), lho…? Maksudnya “gyeran-ppang**”, kepengaruh ada ppang-ppangnya gitu, kan PPANG sama PUNK, bacaanya sama.
“kalo ae BUBUR AYAM tapi gak pake ayam bang” kata Changmin, tampil beda, membuat semua murid SMU Negeri 1 K-pop yang ada di kantin menoleh ke arahnya.
“gue emang paling popular di sekolah ini sampe semuanya terkesima dengan KEGANTENGAN gue” lanjut Chang dalam hati (kepedean lu padahal itu karena lu adalah suami si author, */\*dimutilasi).
Kemudian dalam adegan slow motion muncul empat orang dalam bayang-bayang kegelapan matahari senja. Pertama-tama muncul si muka jutek berambut kribo kostum warna hitam karya desainer ternama yaitu seorang mantan tukang jahit di pasar senen, anaknya chaebol ternama. Kemudian dibelakangnya menyusul si wajah tenang ala-ala malaikat dengan kostum putih, cucu mantan presiden, lalu si player berwajah imut dan menggoda, hobinya gonta-ganti pacar yang juga seorang seniman keramik, kemudian si ceria anaknya mafia yang menguasai hampir seluruh klub malam. Empat orang cewek yang salah satunya adalah anak pemilik SMU Negeri 1 K-Pop. Mereka berkuasa di sekolah ini, 2NE1 mulai konser,
“I go by the name of CL of 2NE1
It's been a long time coming, but We're here now
And We about to set the roof on fire baby (Uh oh)
You better get yours cause I'm Gettin' mine” (rap lagu fire)
Kontan semua murid histeris berlarian ke arah mereka, F four F-four… ada yang nabrak tembok, ada yang nabrak tangga, ada yang nabrak lantai dan ada yang nabrak udara. 3…2…1…lho….? Kok…? rombongan itu melewati mereka, dan justru memburu lima orang cowok yang ada di belakang mereka, Hongki dkk (FT Island).
“iyuhhh…Oppa…”
“your voice serek-serek gimana gitu…”
“lho…kan kita F4-nya, kok mereka malah memburu si Hongki dkk, belum pernah ada dalam sejarah tuh yang namanya F5” kata CL keheranan.
“hya…kita F4 ada di sini guys…!!” seru si Dara.
“sory…kita bukan lesbi” sahut salah seorang anak, alhasil F4 gadungan dari 2NE menangis meraung meronta seorang diri tanpa ada yang mau mempedulikan, sampai siapaun yang melihatnya jadi illfill, nangis pake acara ngais tanah saingan sama ayam kampung.
“Hong…balikin duit kita…!!” ujar cewek-cewek yang memburu si Hongki. Tengsin berat, apa lagi saat itu di kantin ada Jamilah alias Ju Yeon.
“jangan keras-keras dong…!! Pan lu tau gue anak kos, belum datang kiriman gitu, tadi gue sempat mampir di ATM tinggal seratus tujuh belas ribu lima ratus tujuh puluh sembilan perak, gak bisa dikeluarin karena itu saldo minimal buat bank” Hongki menjelaskan pake acara bisik-bisik takut kedengaran.
Para penagih hutang pun menjauh. Hongki dkk melangkah cool menuju Ju Yeon yang lagi bantuin ibu kantin nyuci piring. Tapi dia batal nyamperin tu cewek, teringat sama tujuan utamanya nyari Yunho. Saingannya dalam memperebutkan cinta dan kasih sayang JuJu.
“etensen guys…gue lagi nyari seseorang yang bernama KINGKONG, leadernya Dong Bang”
“gue leadernya Dong Bang tapi nama gue YUNHO…” kata Yunho seakan menantang tatapan mata sadis Hongki.
“KINGKONG…kek Yunho kek, whatever, I don’t care”
“nggak bisa gitu dong, orang tua gue udah korbanin domba waktu ngasi gue nama YUNHO, jangan seenak dengkul lu pake acara rubah nama gue sembarangan” Yunho ngangkat pacul. Hongki ketakutan.
“sory bang cuma bercanda…! Abang Uno ganteng deh…eike suka…!” ucap Hongki. Tapi sayang itu cuma khayalan Yunho doang. Faktanya Hongki lagi melototin dia sambe bola matanya hampir berwarna putih semua, mata itamnya gak tau ilang kemana, alhasil mereka saling menatap.
Tatapan iblis, lengkap dengan ilustrasi evil’s laught-nya. Kalo diilustrasikan seumpama ada api yang berkobar-kobar di mata mereka, kamera terpusat pada dua pasang bola mata itu, memang terlihat ada api yang sedang berkobar-kobar. Sebenarnya itu pantulan api yang berasal dari kompornya ibu kantin. Mereka saling mencengkeram kerah seragam sekolah, siap-siap buat cakar-cakaran, saling jambak, tapi tiba-tiba kepala sekolah datang menghentikan. Kepseknya tuh mirip sama Siwon, namanya Abdullah Kangta. Kepala sekolah tersadis dalam sejarah SMU Negeri 1 K-Pop, baru aja ikut wajib militer dua tahun, semua arwah murid-murid yang sempat bunuh diri di skul pada takut sama dia, tanya kenapa…? (jalan pintas dianggap pantas, ***gak nyambung) karena body guardnya adalah Sumanto.
“kalian kenapa berantem…?”
“belum berantem kok sonsaengnim…” sahut YunHong (Yunho-Hongki) barengan.
“kalian tau nggak, aturan di skul ini…?”
“gak tau tuh sonsaengnim…”
“berantem adalah pelanggaran terberat”
“tapi kita’kan belum sempat berantem”
“nah…justru itu lebih parah lagi hukumannya”
“kok bisa…?”
“semau gue yang bikin aturan dong, kan gue kepseknya…”
“trus hukumannya apa…?”
“cat es batu sana…!!!”
“yee…?” tanya YunHong kompak.
“LAKSANAKAN…!!”
“siap dilaksanakan…!” karena takut, mereka iya-iya aja soalnya raut wajah kepsek Kangta ngalahin sadisnya kapten Nero di film star trek.
Di lapangan upacara
Ju Yeon datang ngelapin keringatnya Yunho sementara Hongki ngomel-ngomel gak jelas, cemburu katarak minus dua puluh.
“JuJU…kok bisa-bisanya lu ngebelain Yunho hyung, kan gue yang duluan naksir lu…”
“soalnya Yunho hyung lebih cakep gitu…”
“cakepan juga gue”
“cakepan gue dong…! tanya aja authornya, pasti dia bilang cakepan gue soalnya dia cassie…” Yunho nggak mau kalah, sambil harap-harap cemas kalo author bakal berpihak sama dia. Tapi sori gue sebagai author harus netral. Yunho mewek, nangis hentak-hentak kaki ke tanah, JuJu hampir illfill kalau aja nggak segera lihat bibir seksinya yang super imut nggak kayak Changmin yang berbibir lebar, tapi bagi author tetap seksian bibir Chang, soalnya Chang suami abadinya si author. Menikahnya di alam nggak sadar, berikut jin dan konco-konconya jadi saksi.
YunHong hampir aja adu jotos lagi, tapi tiba-tiba seseorang datang menghentikan. Bukan kepsek Kangta yang mantan militer itu, bukan juga sesama member, bukan juga F4 gadungan. Tapi seorang cewek berjilbab lebar kayak mukenah. Semua pada kompak bilang.
“Assalamualaikum ukhti…”
“ukhti pala lu…nama gue Hee Chul…”
“ommo…gak nyangka deh…”
“sejak kapan lu pake jilbab panjang super lebar dan luas gitu…?”
“baru semenit yang lalu, gue baru aja tanda tangan kontrak film Ramadhan, makanya latihan pake jilbab”
“oh…kiraen….”
“gue ada ide brilian terkait perebutan Ju Yeon kembang sekolah oleh YunHong”
“sialan gue dikatain kembang…gue bahkan lebih mekar dari kembang tau” protes Ju Yeon.
“apanya yang mekar…?”
“gak tau, gua asal ngomong”
“trus apaan ide lu…?”
“gimana kalau kalian adu panco aja…?”
“wah…boleh juga tuh…” sambut Yunho antusias sambil pamerin lengannya yang kekar dan berisi. Sementara Hongki masam-masam doang liat lengan Yunho. Sirik-sirik buta gitu.
“boleh pake dua tangan gak hyung…” tanya Hongki.
“gak boleh” bentak Yunho.
“gimana kalo kuku gue patah…? gue’kan baru meni-pedi gitu…” ucap Hongki sembari memamerkan jari-jarinya yang tampan dan lentik.
“I go by the name of CL of 2NE1
It's been a long time coming, but We're here now
And We about to set the roof on fire baby (Uh oh)
You better get yours cause I'm Gettin' mine” (rap lagu fire)
Kontan semua murid histeris berlarian ke arah mereka, F four F-four… ada yang nabrak tembok, ada yang nabrak tangga, ada yang nabrak lantai dan ada yang nabrak udara. 3…2…1…lho….? Kok…? rombongan itu melewati mereka, dan justru memburu lima orang cowok yang ada di belakang mereka, Hongki dkk (FT Island).
“iyuhhh…Oppa…”
“your voice serek-serek gimana gitu…”
“lho…kan kita F4-nya, kok mereka malah memburu si Hongki dkk, belum pernah ada dalam sejarah tuh yang namanya F5” kata CL keheranan.
“hya…kita F4 ada di sini guys…!!” seru si Dara.
“sory…kita bukan lesbi” sahut salah seorang anak, alhasil F4 gadungan dari 2NE menangis meraung meronta seorang diri tanpa ada yang mau mempedulikan, sampai siapaun yang melihatnya jadi illfill, nangis pake acara ngais tanah saingan sama ayam kampung.
“Hong…balikin duit kita…!!” ujar cewek-cewek yang memburu si Hongki. Tengsin berat, apa lagi saat itu di kantin ada Jamilah alias Ju Yeon.
“jangan keras-keras dong…!! Pan lu tau gue anak kos, belum datang kiriman gitu, tadi gue sempat mampir di ATM tinggal seratus tujuh belas ribu lima ratus tujuh puluh sembilan perak, gak bisa dikeluarin karena itu saldo minimal buat bank” Hongki menjelaskan pake acara bisik-bisik takut kedengaran.
Para penagih hutang pun menjauh. Hongki dkk melangkah cool menuju Ju Yeon yang lagi bantuin ibu kantin nyuci piring. Tapi dia batal nyamperin tu cewek, teringat sama tujuan utamanya nyari Yunho. Saingannya dalam memperebutkan cinta dan kasih sayang JuJu.
“etensen guys…gue lagi nyari seseorang yang bernama KINGKONG, leadernya Dong Bang”
“gue leadernya Dong Bang tapi nama gue YUNHO…” kata Yunho seakan menantang tatapan mata sadis Hongki.
“KINGKONG…kek Yunho kek, whatever, I don’t care”
“nggak bisa gitu dong, orang tua gue udah korbanin domba waktu ngasi gue nama YUNHO, jangan seenak dengkul lu pake acara rubah nama gue sembarangan” Yunho ngangkat pacul. Hongki ketakutan.
“sory bang cuma bercanda…! Abang Uno ganteng deh…eike suka…!” ucap Hongki. Tapi sayang itu cuma khayalan Yunho doang. Faktanya Hongki lagi melototin dia sambe bola matanya hampir berwarna putih semua, mata itamnya gak tau ilang kemana, alhasil mereka saling menatap.
Tatapan iblis, lengkap dengan ilustrasi evil’s laught-nya. Kalo diilustrasikan seumpama ada api yang berkobar-kobar di mata mereka, kamera terpusat pada dua pasang bola mata itu, memang terlihat ada api yang sedang berkobar-kobar. Sebenarnya itu pantulan api yang berasal dari kompornya ibu kantin. Mereka saling mencengkeram kerah seragam sekolah, siap-siap buat cakar-cakaran, saling jambak, tapi tiba-tiba kepala sekolah datang menghentikan. Kepseknya tuh mirip sama Siwon, namanya Abdullah Kangta. Kepala sekolah tersadis dalam sejarah SMU Negeri 1 K-Pop, baru aja ikut wajib militer dua tahun, semua arwah murid-murid yang sempat bunuh diri di skul pada takut sama dia, tanya kenapa…? (jalan pintas dianggap pantas, ***gak nyambung) karena body guardnya adalah Sumanto.
“kalian kenapa berantem…?”
“belum berantem kok sonsaengnim…” sahut YunHong (Yunho-Hongki) barengan.
“kalian tau nggak, aturan di skul ini…?”
“gak tau tuh sonsaengnim…”
“berantem adalah pelanggaran terberat”
“tapi kita’kan belum sempat berantem”
“nah…justru itu lebih parah lagi hukumannya”
“kok bisa…?”
“semau gue yang bikin aturan dong, kan gue kepseknya…”
“trus hukumannya apa…?”
“cat es batu sana…!!!”
“yee…?” tanya YunHong kompak.
“LAKSANAKAN…!!”
“siap dilaksanakan…!” karena takut, mereka iya-iya aja soalnya raut wajah kepsek Kangta ngalahin sadisnya kapten Nero di film star trek.
Di lapangan upacara
Ju Yeon datang ngelapin keringatnya Yunho sementara Hongki ngomel-ngomel gak jelas, cemburu katarak minus dua puluh.
“JuJU…kok bisa-bisanya lu ngebelain Yunho hyung, kan gue yang duluan naksir lu…”
“soalnya Yunho hyung lebih cakep gitu…”
“cakepan juga gue”
“cakepan gue dong…! tanya aja authornya, pasti dia bilang cakepan gue soalnya dia cassie…” Yunho nggak mau kalah, sambil harap-harap cemas kalo author bakal berpihak sama dia. Tapi sori gue sebagai author harus netral. Yunho mewek, nangis hentak-hentak kaki ke tanah, JuJu hampir illfill kalau aja nggak segera lihat bibir seksinya yang super imut nggak kayak Changmin yang berbibir lebar, tapi bagi author tetap seksian bibir Chang, soalnya Chang suami abadinya si author. Menikahnya di alam nggak sadar, berikut jin dan konco-konconya jadi saksi.
YunHong hampir aja adu jotos lagi, tapi tiba-tiba seseorang datang menghentikan. Bukan kepsek Kangta yang mantan militer itu, bukan juga sesama member, bukan juga F4 gadungan. Tapi seorang cewek berjilbab lebar kayak mukenah. Semua pada kompak bilang.
“Assalamualaikum ukhti…”
“ukhti pala lu…nama gue Hee Chul…”
“ommo…gak nyangka deh…”
“sejak kapan lu pake jilbab panjang super lebar dan luas gitu…?”
“baru semenit yang lalu, gue baru aja tanda tangan kontrak film Ramadhan, makanya latihan pake jilbab”
“oh…kiraen….”
“gue ada ide brilian terkait perebutan Ju Yeon kembang sekolah oleh YunHong”
“sialan gue dikatain kembang…gue bahkan lebih mekar dari kembang tau” protes Ju Yeon.
“apanya yang mekar…?”
“gak tau, gua asal ngomong”
“trus apaan ide lu…?”
“gimana kalau kalian adu panco aja…?”
“wah…boleh juga tuh…” sambut Yunho antusias sambil pamerin lengannya yang kekar dan berisi. Sementara Hongki masam-masam doang liat lengan Yunho. Sirik-sirik buta gitu.
“boleh pake dua tangan gak hyung…” tanya Hongki.
“gak boleh” bentak Yunho.
“gimana kalo kuku gue patah…? gue’kan baru meni-pedi gitu…” ucap Hongki sembari memamerkan jari-jarinya yang tampan dan lentik.
Di dekat tong sampah
Hukuman kedua bagi YunHong, mereka mesti berantas semua tikus dan kecoa yang ada di sekolah. Kerja sama, bahu-membahu saling membantu. Lalu muncul sembilan orang cewek penjahat di sekolah, langsung ngegodain si Hongki.
“hya…Chinggu, ada cowok cakep nih…! minta tanda tangan yuk…!” kata Taeyon sang leader.
“huwaaaak…whuaaaak….” Hongki menangis sejadi-jadinya membuat sembilan cewek itu ketakutan, apa lagi waktu itu Yunho mempelototi mereka.
“ampun oppa…! kita belum apa-apain dia kok, HONGKI MASIH SUCI, swear…” imbuh Yoona.
“kalo gitu…kenapa dia nangis…?”
“nggak tau Oppa…”
“jangan bohong lu, menjauh lu semua, dasar sok cute, sok imut, belum tau ya…Junsu benci cewek sok cute…?”
“u…udah tau kok oppa, ne baru aja baca di mesejnya grup Cassie di FB”
Sementara itu tangis Hongki makin menggila, Yunho tambah marah, nggak tau kenapa tiba-tiba aja pengen lindungin Hongki.
“lu apain dia sih…? pake pelet model apa…?”
“nggak diapa-apain Oppa su..swear…!!” suata tiff bergetar ketakutan.
“Hongki…lu nangis kenapa…?”
“kaki saya diinjak hyung…huwaaaak…hwuaaaak…”
“siapa yang injak…?”
“kan Yunho hyung yang injak…”
“masa sih…?” kaget Yunho. Sembilan penjahat ketawa, tapi segera berhenti waktu Yunho pelototin mereka.
“jauh-jauh lu semua…!!” bentak Yunho sadis. Sembilan cewek lari ngibrit. Ada yang langsung manjat pohon, ada yang masuk terowongan di tanah, gabung sama tikus dan kecoa, ada yang masuk kubangan, dan ada yang nyebur ke got.
“lu nggak apa-apa’kan…?” tanya Yunho pada Hongki setelah ditinggal kabur sama sembilan penjahat itu.
“nggak apa-apa hyung, gen chan-ah…chongmal gomaw-himnida” sahut Hongki innocent, menatap Yunho penuh kekaguman, udah mulai timbul rasa gimana gitu. Ada perasaan aneh yang menjalar dalam hatinya.
Keesokan harinya
Alhasil mereka nggak jadi adu panco. Karena baru aja nonton film Ninja Asassin dimana Bi Rain sebagai pemeran utamanya, Yun-Hong terinspirasi sama film itu, mereka jadi adu pedang gitu.
“hyung…lu liat deh ototnya Bi Rain Hyung…seksi banget’kan…?” kata Hongki dengan raut terkagum-kagum.
“iya seksi banget, tapi…seksian juga gue…” sahut Yunho dengan raut masam, cemburu gitu.
“hya…kapan mau tanding pedang-pedangannya…?” teriak salah seorang penonton di pinggir lapangan, namanya Hangeng.
“iya…ini juga lagi mau mulai…” sahut Yun-Hong kompak. Mereka kembali saling menatap tajam setajam mata pedang yang memantul di mata mereka.
“hyung…nggak seru ah…baru juga ciuman sekali tapi ceweknya udah mati…” lanjut Hongki lagi.
‘iya…trus matinya tragis lagi…”
“tapi Bi Rain hyung cool banget di film itu, beda sama perannya di full house yang cool-cool tapi kocak gitu…”
“iya…awalnya gue nggak nyadar kalo itu Bi Rain hyung…tapi lama-lama nyadar juga, lupa baca sinopsisnya” imbuh Yunho.
“hya…kok jadi ngegosip sih…?” kata seorang penonton lagi, kali ini si Leeteuk. Dia udah taruhan sama Kyuhyun. Kalo Yunho menang, Kyuhyun mesti cium Leeteuk, dan kalo Hongki yang menang, Leeteuk mesti cium Kyuhyun.
Yunho pun mulai beraksi. Otot-ototnya yang besar dan seksi berkeringat membuatnya tampak lebih maskulin. Tatapan tajamnya menyihir siapa pun yang dipandangnya. Bibir tipisnya terkunci rapat. Hidung bangirnya melukiskan senyum sinis. Di pipi kirinya ada tanda silang yang bersinar tertimpa sinar mentari, ala-ala Kensi Himura. Sebenarnya Yunho baru aja dicakar kucing. Dengan sekali gerakan ia mengangkat pedang bersiap menyerang Hongki, namun gerakannya tertahan, teringat sesuatu.
“lha…kok nggak jadi nyerang…?”
“gue lupa belum ngasah pedangnya…” sahut Yunho. Hongki mengangguk paham, akhirnya dia terpaksa nunggu Yunho mengasah pedang.
“Hongki…lu ganteng juga ya…” kata Yunho sambil ngasah pedang.
“masa sih hyung…? Jadi malu…” sahut Hongki sambil tersenyum tersipu.
“bener deh swear…tak kewer-kewer nggak pake R” Yunho tambah genit.
“ih…eike jadi malu bo’…” karakter Hongki jadi banci di sini.
“pacaran yuk…!!!” ucap Yunho tiba-tiba.
“seriusan hyung…?”
“seriusan dong…” Yun-Hong pelukan romantis, benci jadi cinta gitu.
“lha…kok ceritanya jadi gini…? gue jadian sama siapa dong…?” protes Ju Yeon.
“lu ke laut sana, cewek berisik…! Lu pacaran sama author aja” maki Yunho. Tapi sayangnya author bukan lesbi.
“dasar siluman lu…tapi hyung…kita jadi’kan pacaran…?” timpal Hongki.
“nggak jadi, gue udah punya cinta sejati…” sahut Yunho.
“siapa…?” Hongki mewek, udah kedung GE’ER.
Tiba-tiba muncul seorang cewek yang cantik jelita dengan mahkota emas, baju rumbai-rumbai ala ratu prancis, dan sepatu kaca.
(Theme Song : Cinderella). The truth Yunho’s Love is coming. YunJae couple beraksi. Jaejong alias Noksu in the king man.
“I’m Jaejong-rella…kembarannya Cinderella…! Denger ya…lu semua nggak pantes buat Yunho, gue yang pantes” Jaejong ngomong ala sinetron Indonesia.
Epilog
Pada akhirnya Yunho ataupun Hongki nggak ada yang jadian sama Ju Yeon. Yunho kembali pada pacar syahnya si Jaejong, dan Hongki jadian sama MinHo. Selain itu, Yunho dan empat sodaranya berhasil jadi penyanyi sukses di kota K-Pop, bahkan udah ekspansi ke kota J-Pop. Lagi woro-wiri sama singel break out dan tokiwo tomete.
The End
Mianhe…Shocking you more…
****Buchimgae adalah jenis kudapan yang dibuat dari kimchi atau makanan laut yang dicampur dengan adonan tepung dan digoreng menjadi seperti pancake.
****Bungeo-ppang, gukwa-ppang, dan gyeran-ppang adalah jenis kue panggang yang diisi dengan pasta kacang merah.
Credit : k-pop fan fiction
Hukuman kedua bagi YunHong, mereka mesti berantas semua tikus dan kecoa yang ada di sekolah. Kerja sama, bahu-membahu saling membantu. Lalu muncul sembilan orang cewek penjahat di sekolah, langsung ngegodain si Hongki.
“hya…Chinggu, ada cowok cakep nih…! minta tanda tangan yuk…!” kata Taeyon sang leader.
“huwaaaak…whuaaaak….” Hongki menangis sejadi-jadinya membuat sembilan cewek itu ketakutan, apa lagi waktu itu Yunho mempelototi mereka.
“ampun oppa…! kita belum apa-apain dia kok, HONGKI MASIH SUCI, swear…” imbuh Yoona.
“kalo gitu…kenapa dia nangis…?”
“nggak tau Oppa…”
“jangan bohong lu, menjauh lu semua, dasar sok cute, sok imut, belum tau ya…Junsu benci cewek sok cute…?”
“u…udah tau kok oppa, ne baru aja baca di mesejnya grup Cassie di FB”
Sementara itu tangis Hongki makin menggila, Yunho tambah marah, nggak tau kenapa tiba-tiba aja pengen lindungin Hongki.
“lu apain dia sih…? pake pelet model apa…?”
“nggak diapa-apain Oppa su..swear…!!” suata tiff bergetar ketakutan.
“Hongki…lu nangis kenapa…?”
“kaki saya diinjak hyung…huwaaaak…hwuaaaak…”
“siapa yang injak…?”
“kan Yunho hyung yang injak…”
“masa sih…?” kaget Yunho. Sembilan penjahat ketawa, tapi segera berhenti waktu Yunho pelototin mereka.
“jauh-jauh lu semua…!!” bentak Yunho sadis. Sembilan cewek lari ngibrit. Ada yang langsung manjat pohon, ada yang masuk terowongan di tanah, gabung sama tikus dan kecoa, ada yang masuk kubangan, dan ada yang nyebur ke got.
“lu nggak apa-apa’kan…?” tanya Yunho pada Hongki setelah ditinggal kabur sama sembilan penjahat itu.
“nggak apa-apa hyung, gen chan-ah…chongmal gomaw-himnida” sahut Hongki innocent, menatap Yunho penuh kekaguman, udah mulai timbul rasa gimana gitu. Ada perasaan aneh yang menjalar dalam hatinya.
Keesokan harinya
Alhasil mereka nggak jadi adu panco. Karena baru aja nonton film Ninja Asassin dimana Bi Rain sebagai pemeran utamanya, Yun-Hong terinspirasi sama film itu, mereka jadi adu pedang gitu.
“hyung…lu liat deh ototnya Bi Rain Hyung…seksi banget’kan…?” kata Hongki dengan raut terkagum-kagum.
“iya seksi banget, tapi…seksian juga gue…” sahut Yunho dengan raut masam, cemburu gitu.
“hya…kapan mau tanding pedang-pedangannya…?” teriak salah seorang penonton di pinggir lapangan, namanya Hangeng.
“iya…ini juga lagi mau mulai…” sahut Yun-Hong kompak. Mereka kembali saling menatap tajam setajam mata pedang yang memantul di mata mereka.
“hyung…nggak seru ah…baru juga ciuman sekali tapi ceweknya udah mati…” lanjut Hongki lagi.
‘iya…trus matinya tragis lagi…”
“tapi Bi Rain hyung cool banget di film itu, beda sama perannya di full house yang cool-cool tapi kocak gitu…”
“iya…awalnya gue nggak nyadar kalo itu Bi Rain hyung…tapi lama-lama nyadar juga, lupa baca sinopsisnya” imbuh Yunho.
“hya…kok jadi ngegosip sih…?” kata seorang penonton lagi, kali ini si Leeteuk. Dia udah taruhan sama Kyuhyun. Kalo Yunho menang, Kyuhyun mesti cium Leeteuk, dan kalo Hongki yang menang, Leeteuk mesti cium Kyuhyun.
Yunho pun mulai beraksi. Otot-ototnya yang besar dan seksi berkeringat membuatnya tampak lebih maskulin. Tatapan tajamnya menyihir siapa pun yang dipandangnya. Bibir tipisnya terkunci rapat. Hidung bangirnya melukiskan senyum sinis. Di pipi kirinya ada tanda silang yang bersinar tertimpa sinar mentari, ala-ala Kensi Himura. Sebenarnya Yunho baru aja dicakar kucing. Dengan sekali gerakan ia mengangkat pedang bersiap menyerang Hongki, namun gerakannya tertahan, teringat sesuatu.
“lha…kok nggak jadi nyerang…?”
“gue lupa belum ngasah pedangnya…” sahut Yunho. Hongki mengangguk paham, akhirnya dia terpaksa nunggu Yunho mengasah pedang.
“Hongki…lu ganteng juga ya…” kata Yunho sambil ngasah pedang.
“masa sih hyung…? Jadi malu…” sahut Hongki sambil tersenyum tersipu.
“bener deh swear…tak kewer-kewer nggak pake R” Yunho tambah genit.
“ih…eike jadi malu bo’…” karakter Hongki jadi banci di sini.
“pacaran yuk…!!!” ucap Yunho tiba-tiba.
“seriusan hyung…?”
“seriusan dong…” Yun-Hong pelukan romantis, benci jadi cinta gitu.
“lha…kok ceritanya jadi gini…? gue jadian sama siapa dong…?” protes Ju Yeon.
“lu ke laut sana, cewek berisik…! Lu pacaran sama author aja” maki Yunho. Tapi sayangnya author bukan lesbi.
“dasar siluman lu…tapi hyung…kita jadi’kan pacaran…?” timpal Hongki.
“nggak jadi, gue udah punya cinta sejati…” sahut Yunho.
“siapa…?” Hongki mewek, udah kedung GE’ER.
Tiba-tiba muncul seorang cewek yang cantik jelita dengan mahkota emas, baju rumbai-rumbai ala ratu prancis, dan sepatu kaca.
(Theme Song : Cinderella). The truth Yunho’s Love is coming. YunJae couple beraksi. Jaejong alias Noksu in the king man.
“I’m Jaejong-rella…kembarannya Cinderella…! Denger ya…lu semua nggak pantes buat Yunho, gue yang pantes” Jaejong ngomong ala sinetron Indonesia.
Epilog
Pada akhirnya Yunho ataupun Hongki nggak ada yang jadian sama Ju Yeon. Yunho kembali pada pacar syahnya si Jaejong, dan Hongki jadian sama MinHo. Selain itu, Yunho dan empat sodaranya berhasil jadi penyanyi sukses di kota K-Pop, bahkan udah ekspansi ke kota J-Pop. Lagi woro-wiri sama singel break out dan tokiwo tomete.
The End
Mianhe…Shocking you more…
****Buchimgae adalah jenis kudapan yang dibuat dari kimchi atau makanan laut yang dicampur dengan adonan tepung dan digoreng menjadi seperti pancake.
****Bungeo-ppang, gukwa-ppang, dan gyeran-ppang adalah jenis kue panggang yang diisi dengan pasta kacang merah.
Credit : k-pop fan fiction
Tidak ada komentar:
Posting Komentar