Tag:kyuhyun, super junior
by anakmanusiapalingcantik
Aku menggoreskan beberapa garis dalam buku ini. Aku ingin membuat yang special.. sespesial orang yang akan menerimanya..
Yoojin’s POV
Kata orang, seorang pria hanya akan menjadikan seorang gadis sahabatnya jika gadis itu terlalu ‘jelek’ untuk menjadi kekasihnya. Huft** apakah karena itu kyu bersahabat denganku? Karena aku tak pantas menjadi kekasihnya?
Aku meneliti setiap lekuk tubuhku dalam pantulan cermin. Aku berbalik, berputar, berjalan, memperhatikan setiap bagian tubuhku. Aku merasa tak ada yang kurang denganku. Bukan narsis atau apa, tapi teman-temanku bilang aku cukup cantik dan memiliki tubuh yang proporsional. Bahkan ada beberapa yang mengira aku berpacaran dengan kyu karena jika aku berdiri di sampingnya, aku terlihat sangat serasi bersamanya.
Yah, as if aku benar benar kekasih seorang Cho Kyuhyun yang terkenal itu. Tapi nyatanya aku hanyalah seorang sahabat. Seorang sahabat yang tak pernah punya nilai lebih dimatanya.
Mengeluh dan selalu mengeluh. Aku selalu mengeluh pada keadaan jika aku mengingat bagaimana rasa sayangku pada Kyu bukanlah lagi rasa sayang seorang sahabat. Tapi rasa sayang seorang gadis pada seorang pria.
Ya. Aku menyukai kyu, bahkan aku mencintainya. Aku berharap ia akan mengubah statusku dari sahabat menjadi kekasihnya. Tapi yah, mungkin itu hanya sebuah khayalan. Karena aku hanyalah seorang sahabat..
Minggu depan adalah hari ulang tahunku yang ke 21. Tak terasa umurku kini sudah menginjak angka 21. Jika dihitung dari aku masuk SMP saat berumur 12 tahun, tahun ini adalah tahun ke-9 aku bersama kyu. Sebagai sahabat. Ya, hanya sebagai sahabat.
Aku selalu berandai-andai aku mendapatkan sesuatu yang special di umurku yang ke 21 minggu depan nanti. Tahun kemarin aku mendapatkan sebuah boneka polar besar berwarna putih yang memang sudah kuimpikan dari lama. Kyu benar-benar mengerti apa yang selalu aku inginkan.. yah, hampir semua. Karena ia tak tahu aku ingin sekali mendapatkan cintanya sebagai seorang pria, bukan sahabat.
3 hari menuju ulang tahunku. Aku merasa sesuatu yang aneh pada Kyu. Ia semakin sibuk melakukan ini itu. Ia bahkan tak ada waktu untuk membantuku mengerjakan tugasku yang jelas-jelas adalah keahliannya.
Tadi pagi aku melihatnya menggambar sesuatu di kertas gambar. Ketika aku hendak melihatnya, ia malah marah dan pergi. Kyu benar-benar aneh. Masa aku mau lihat apa yang dia gambar saja tidak boleh? Kyu!!!
Besok adalah ulang tahunku, dan tahu pesan apa yang aku dapat tadi pagi masuk ke ponselku?
‘Yoojin-ah.. aku sedang jalan-jalan di singapura! 3 hari lagi aku akan pulang dengan banyak oleh oleh untukmu!’
Aku kontan menangis membacanya. Kyu ada di singapura! Aku bahkan tidak tahu bahwa ia sedang pergi ke luar negeri. Dia tak memberitahuku sebelumnya. Dan what? dia akan pulang 3 hari lagi?
Tahukah kau kyu, bahwa aku hanya ingin melihatmu di hari jadiku yang ke 21. Aku tak ingin hadiah atau oleh oleh. Aku mau kau, Cho Kyuhyun..
Ulang Tahun kelabu.
Aku menerima banyak ucapan dari teman-temanku. Leeteuk dan Siwon oppa saja mengirimiku pesan singkat sebagai ucapan selamat karena mereka menghargaiku sebagai sahabat dari magnae mereka. Bahkah Siwon oppa menyuruh Hyera mengirimiku kado. Sebuah Snow Globe berisikan miniature Seoul Tower.
Tapi apa yang dilakukan kyu?
Huh, aku saja tidak yakin ia mengingat ulang tahunku ini. Dia sahabatku –aku sih menganggapnya begitu- tapi bahkan tak ada sebuah pesan pun masuk ke ponselku dari nomornya.
Kyu!
Malam ini aku memilih untuk naik ke loteng untuk meluapkan perasaanku. Melihat bintang yang bersinar di langit malam yang cerah membuatku tak menjadi lebih baik.
Aku teringat pemikiranku seminggu yang lalu. tentang apakah Kyu menjadikanku sahabatnya karena ia menganggapku tak pantas untuk menjadi kekasihnya.
“aku membencimu Cho Kyuhyun! Apakah sembilan tahun ini tak cukup untuk membuatmu sadar bahwa aku mencintaimu? Apakah kau menjadikanku sahabat hanya karena aku tak pantas menjadi kekasihmu?”
Suaraku habis dipakai berteriak pada langit malam yang bisu. Aimataku mengalir turun karena menahan luapan emosi yang tertahan selama ini. aku merangkul tubuhku yang gemetar kedinginan ketika sesuatu yang hangat menyelimuti tubuh kurusku.
Sebuah mantel dan tubuh lain yang erat mendekapku. Aku bahkan dapat merasakan desahan nafas orang yang memelukku itu. Aku tak bisa berbalik karena orang itu memelukku dengan erat. Yang aku rasakan bukanlah rasa takut atau rasa sakit melainkan rasa nyaman yang menjalar sampai ke hatiku.
“maafkan aku Yoojin-ah..” kata orang itu. Dalam satu kalimat itu aku langsung mengenali pemilik suara itu. Kyuhyun. Aku tak berani menoleh karena aku takut mendapatinya membenciku karena memendam rasa ini. Aku yakin sekali ia mendengar semua perkataanku barusan.
Tangisku pecah. Dan Kyu malah semakin erat memelukku.
“selama ini aku memang tak menjadikanmu kekasih karena aku merasa tidak pantas. Aku yang tak pantas untukmu.. aku sering membuatmu menangis karena aku sering mengingkari janjiku padamu.” Aku merasakan helaan nafas. Namun tangisku yang sudah agak mereda ini tak bisa dihentikan. “Tapi satu hal yang harus kau tahu, aku menyukaimu semenjak 9 tahun lalu, dan aku mencintaimu hari demi hari selama 9 tahun itu.”
“kyu~~” kataku dengan suara parau karena tangis.
“shhh”
Kyu melonggarkan pelukannya. Melepaskan sebelah tangannya dari tubuhku dan beberapa detik kemudian sesuatu yang dingin melingkar di leherku. Aku melirik ke dadaku dan melihat sebuah kalung dengan liontin kecil berbentuk hati dengan ukiran klasik yang sangat indah.
Kyu memutar tubuhku agar menghadapnya.
“semenjak seminggu yang lalu aku mendesign kalung ini untukmu, tadi siang aku masih di singapura untuk mengambil kalung yang designnya kupesan ini. maafkan aku Yoojin-ah, tadinya kalung ini akan selesai kemarin, tapi ternyata baru selesai tadi pagi. Aku terpaksa menunggu sehari lagi dan melewatkan ulang tahunmu, mianheyo Yoojin-ah.. saengil chukka hamnida!”
Airmataku mengalir lagi mendengar pernyataan kyu tadi. Aku tak menyangka ia melakukan ini semua untukku.
Ia menarikku agar lebih dekat dengannya. Dengan senyuman, ia menyapukan sebuah kecupan di bibirku. Hangat dan sangat berarti untukku. Balasan bahwa perasaanku tidaklah timpang.
Dengan lembut ia menarikku dalam pelukan hangatnya dan membisikkan sesuatu..
“I love you.. you make my life complete…”
..the end..
source :superjuniorff.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar